Senin, 01 Juli 2013

layanan bagi pemustaka

MEMBERIKAN LAYANAN TERBAIK BAGI PEMUSTAKA

Disusun oleh : Tiyas Puspitarani (13040112130029)
Semester 2 Kelas A

Program Studi Ilmu Perpustakaan- Jurusan Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro
Semarang

ABTRAK
Eksistensi perpustakaaan semakin menghilang di kalangan masyarakat karena tergantikan oleh tkenologi informasi yang saat ini sudah kian berkembang pesat. Hal ini mempengaruhi kinerja pustakawan di perpustakaan. Salah satu penyebab menurunnya jumlah engunjung perpustakaan adalah layanan yang diberikan oleh pustakawan terhadap pemustaka. Pustakawan datang dengan berbagai keadaan dan pemustaka harus melayani dengan baik. Pemustaka membutuhkan pelayanan terbaik dari pustakawan. Berbagai cara dapat dilakukan oleh pustakawan untuk meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan.
Kata kunci: layanan, pustakawan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini eksistensi perpustakaan mulai menurun karena adanya media komunikasi dan informasi yaitu internet yang sudah menjamur di kalangan masyarakat. Didukung lagi dengan kebutuhan informasi pada masyarakat yang kian meningkat, dan masyarakat membutuhkan informasi yang cepet, tepat, dan akurat yang seharusnya itu semua mampu dilakukan oleh perpustakaan, namun yang terjadi saat ini adalah masyarakat lebih senang untuk mencari informasi melalui media sosial yaitu internet. Dengan berbagai alasan masyaraakat menolak unutk mencari informasi di perpustakaan, dan salah satu alasan yang paling sering muncul di kalangan maasyarakat bahwa masyarakat enggan untuk menyambangi perpustakaan karena layanan yang kurang maksimal dari pustakawan. Masyarakat mengangggap bahwa layanan yang diberikan oleh pustakawan tidak menyenangkan bahkan membuat pemustaka merasa tidak nyaman dalam mencari informasi. Sehingga masyarakat enggan datang ke perpustakaan. Untuk itu sebagai pusat informasi perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam pengadaan, pengolahan, dan pendistribusian informasi dan yang paling penting adalah pelayanan yang harus diberikan kepada pemustaka yang membutuhkan informasi. Dari permasalahan ini lah saya mengambil pokok bahasan mengenai bagaimana memberikan layanan terbaik bagi pemustaka agar pemustaka merasa betahm nyaman, dan tertarik untuk datang ke perpustakaan.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain :
1.      Mengetahui bagaimana cara memberikan layanan yang terbaik pada pemustaka
2.      Mengetahui cara menghadapi pemustaka dengan berbagai keadaan
3.      Mampu membuat kemajuan pada perpustakaan melalui pemberian layanan terbaik bagi pemustaka.
C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini antara lain :
1.      Apa yang membuat pemustaka enggan datang ke perpustakaan?
2.      Bagaimana cara memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka ?
3.      Bagaimana cara menghadapi pemustaka yang datang dengan berbagai keadaan?
4.      Bagaimana cara membuat pemustaka tertarik untuk datang lagi ke perpustakaan?


BAB II PEMBAHASAN

Dewasa ini permasalahan yang ada di Perpustakaan sering kali dikaitkan dengan sistem layanan yang diperoleh oleh pemustaka. Pustakawan saat ini dituntut untuk dapat bekerja semaksimal dan seprofesional mungkin, apapun keadaan dan suasana hati pustakawan harus memberikan layanan yang terbaik bagi setiap pemustaka yang datang, karena dengan pelayanan yang ramah dan baik maka akan membuat pemustaka menjadi betah atau dalam kata lain kerasan di perpustakaan. Sebagai manusia biasa, seorang pustakawan juga biasa merasakan setress kerja,bisa karena pekerjaan di perpustakaan yang itu-itu saja, ataupun masalah dari dalam diri pustkawan itu sendiri. Ketika pustakawan sudah merasa stress maka akan berimbas pada kualitas kerjanya. Pustakwan jadi lebih judes, tidak ramah, mudah marah, dan lain sebagainya yang menyebabkan pemustaka menjadi tidak nyaman berada di perpustakaan.
Beberapa hal yang membuat pemustaka enggan datang ke perpustakaan yaitu :
  1. Koleksi bahan pustaka yang tidak lengkap
  2. Layanan yang perpustakaan diberikan kurang memuaskan
  3. Pustakawan yang galak dan tidak ramah.
  4. Pustakawan tidak memberikan bantuan ketika pemustaka kesulitan mencari informasi.
  5. Pustakwan enggan memberikan informasi secara spesifik mengenai informasi yang dibutuhkan pemustaka.
  6. Layanan dari pustakawan yang kurang menyenangkan.
Dari beberapa penyebab pemustaka enggan datang ke perpustakaan poin tiga sampai poin enam adalah yang paling dominan diungkapkan oleh pemustaka yang merasa kurang tertarik untuk datang ke perpustakaan. Dari beberapa hal tersebut maka menjadi sebuah hantaman besar bagi pemustaka agar dapat merubah semua sifat maupun keadaan yang dapat membuat pemustaka eggan datang ke perpustakaan.
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh pustakawan adalah bagaimana cara pustakawan  memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka. Beberapa tahap dalam memberikan layanan terbaik bagi pemustaka antara lain adalah :
  1. Kemampuan mengelola emosi
Seorang pustakawan harus mampu mengolah emosi dalam dirinya, agar mampu mengubah emosi tersebut  menjadi sebuah prestasi.
  1. Melayani dengan senyum
Senyum adalah sebuah cara yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk memberikan kesan yang ramah dan hangat bagi pemustaka.
  1. Memberikan layanan bagi pemustaka dengan PPRE
Yaitu Peduli, Perhatian, Relasi dan Emosi.
Peduli : kepedulian dari pustakawan terhadap pemustaka
Perhatian : perhatian pustakawan dan pemustaka
Relasi : hubungan yang diciptakan antara pustakawan dan pemustaka
Emosi : yaitu emosi positif yang terbina antara pustakawan dengan pemustaka.
(Fatmawati, 2010)
Dengan tiga cara diatas maka pustakawan mampu memberikan sebuah layanan terbaik bagi para pemustaka. Sehingga pemustaka merasa nyaman dan kerasan diperpustakaan bahkan pemustaka merasa ingin kembali lagi ke perpustakaan tersebut.
Selain tiga cara untuk memberikan layanan terbaik bagi pemustaka, pustakawan juga perlu memiliki cara atau trik khusus untuk menghadapi pemustaka yang datang dengan berbagai keadaan seperti marah, tidak sabaran, banyak bicara, permintaan yang banyak dll. Cara menghadapinya adlah sebagai berikut :
1.      Menghadapi pemustaka yang marah
1)      Menghadapi dengan sabar dan senyum
2)      Mencoba menenangkan pemustaka dengan memberikan layanan yang terbaik
3)      Pustakawan harus mampu mengendalikan emosinya, jangan sampai terpancing emosi si pemustaka.
2.      Menghadapi pemustaka yang tidak sabaran :
1)      Memberikan layanan secepat mungkin
2)      Membantu pemustaka dalam pencarian secara cepat
3)      Memperingatkan pemustaka agar sabar
4)      Melayani dengan baik dan sabar
3.      Menghadapi pemustaka yang banyak bicara :
1)      Memperingatkan secara halus agar pemustaka menyebutkan hal-hal yang dibutuhkan secara detail, urut dan jelas
2)      Menanggapi dengan tenang dan jangan melayani pembucaraaan yang kira-kira hanya mebuang-buag waktu
4.      Menghadapi pemustaka dengan permintaanyang banyak :
1)      Meminta pemustaka agar memilih informasi mana yang dianggap paling penting
2)      Memberikan informasi yang telah diseleksi guna meminimalisir pilihan bagi pemustaka agar informasi yang dibutuhkan menjadi lebih spesifik dan terarah.
Beberapa cara di atas dapat dilakukan oleh pustakawan agar mampu memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka tanpa harus emosi ataupun marah-marah terhadap pemustaka yang dapat menyebabkan pemustaka menjadi enggan untuk datang ke perpustakaan.
Apabila pustakawan telah mampu mengelola emosi dalam dirinya dan mampu memberikan layanan terbaik pemustaka, maka yang terjadi saat ini adalah pemustaka merasa lebih nyaman di perpustakaan dan merasa betah, sehingga perpustakaan menjadi sebuah tpusat informasi yang menyenangkan dan menjadi idola bagi semua orang.
Namun disisi lain, beberapa hal juga perlu diperhatikan dan ditingkatkan agar pemustaka merasa tertarik untuk datang lagi ke perpustakaan, yaitu :
Layanan berbasis SERVICE yang merupakan singkatan dari
Smile for everyone yaitu memberikan senyuman yang tulus kepada para pemustaka yang datang ke perpustakaan.
Exellent in everything we do yaitu melakukan segala sesuatu yang menarik perhatian pemustaka.
Reaching out to every guest with hospitality yaitu menyambut setiap pemustaka dengan keramahan.
Viewing every guest as special yaitu memandang atau menganggap setiap pemustaka adalah tamu yang spesial atau istimewa.
Inviting guest to return yaitu mampu membuat pemustaka tertarik untuk datang kembali ke perpustakaan.
Creating a warm atmosphere yaitu menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan menyenangkan di perpustakaan.
Eye contact that shows we are yaitu memberikan tatapan mata yang sopan dan ramah terhadap setipa pemustaka yang datang.
Dari beberapa cara diatas, pustakawan dapat menerapkannya dalam kegiatan di perpustakaan, sehingga akan tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga mampu membuat pemustaka merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali ke perpustakaan. Karena kepuasan dari pemustaka menjadi sebuah tantangan bagi pustakawan agar senanatiasa menciptakan suasana yang benar-benar mapmu membuat pemustaka merasa senang terhadap perpustakaan.

BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan
Salah satu  hal yang menjadi penghalang majunya sebuah perpustakaan adalah mengenai layanan yang diberikan oleh pustakawan terhadap pemustaka. Faktor emosi dalam diri pustakawan menjadi pemicu utama munculnya sifat maupun sikap pustakawan yang tidak ramah, dan hal inilah yang membuat pemustaka merasa tidak nyaman di perpustakaan. Karena berawal dari sambutan pustakawan yang tidak ramah atau pustakawan yang galak maka pemustaka akan merasa tidak nyaman bahkan enggan untuk datang lagi ke perpustakaan padahal pustakawan tersebut sedang membutuhkan informsi. Sehingga diperlukan beberapa cara yang dapat engubah pustakawan agar mampu mengkondisikan perpustakaan agar menjadi nyaman dan membuat pemustaka merasa nyaman, dan senang di perpustakaan sehingga mampu menumbuhka rasa ingin kembali lagi untuk mengunjungi perpustakaan. Selain itu agar pustakawan mampu memberikan layanan terbaik bagi pemustaka, maka pustakawan harus mamapu menguasai beberapa cara yang terbaik untuk menghadapi pemustaka yang datang dengan berbagai keadaan. Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas layanan pustakawan di perpustakaan agar pemustaka merasa nyaman, dan tertarik untuk datang lagi ke perpustakaan.
B.   Saran
Saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :
Bagi pustakawan :
  1. Hendaknya pustakawan mampu mengolah dan menguasai emosi diri, dalam artian pustakawan mampu merubah emosi negatif menjadi emosi yang positif
  2. Pustakawan harus memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka apapun keadaan pemustaka saat itu
  3. Pustakawan hendaknya bekerja dengan hati yang ikhlas sehingga mampu menciptakan suasana yang nyaman di perpustakaan
  4. Pustakawan harus menghargai setiap pemustaka yang datang
Bagi pemustaka :
  1. Hendaknya pemustaka menghargai pustakawan
  2. Pemustaka harus mematuhi aturan di perpustakaan


 Daftar pustaka
Fatmawati, E. (2010). the art of librariy. semarang: badan penerbit universitas diponegoro.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar