MEMBERIKAN
LAYANAN TERBAIK BAGI PEMUSTAKA
Disusun
oleh : Tiyas Puspitarani (13040112130029)
Semester 2 Kelas A
Semester 2 Kelas A
Program Studi Ilmu Perpustakaan- Jurusan Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro
Semarang
ABTRAK
Eksistensi perpustakaaan semakin
menghilang di kalangan masyarakat karena tergantikan oleh tkenologi informasi
yang saat ini sudah kian berkembang pesat. Hal ini mempengaruhi kinerja
pustakawan di perpustakaan. Salah satu penyebab menurunnya jumlah engunjung
perpustakaan adalah layanan yang diberikan oleh pustakawan terhadap pemustaka.
Pustakawan datang dengan berbagai keadaan dan pemustaka harus melayani dengan
baik. Pemustaka membutuhkan pelayanan terbaik dari pustakawan. Berbagai cara
dapat dilakukan oleh pustakawan untuk meningkatkan kualitas layanan di
perpustakaan.
Kata kunci: layanan, pustakawan
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa ini eksistensi
perpustakaan mulai menurun karena adanya media komunikasi dan informasi yaitu
internet yang sudah menjamur di kalangan masyarakat. Didukung lagi dengan
kebutuhan informasi pada masyarakat yang kian meningkat, dan masyarakat
membutuhkan informasi yang cepet, tepat, dan akurat yang seharusnya itu semua
mampu dilakukan oleh perpustakaan, namun yang terjadi saat ini adalah
masyarakat lebih senang untuk mencari informasi melalui media sosial yaitu
internet. Dengan berbagai alasan masyaraakat menolak unutk mencari informasi di
perpustakaan, dan salah satu alasan yang paling sering muncul di kalangan
maasyarakat bahwa masyarakat enggan untuk menyambangi perpustakaan karena
layanan yang kurang maksimal dari pustakawan. Masyarakat mengangggap bahwa
layanan yang diberikan oleh pustakawan tidak menyenangkan bahkan membuat
pemustaka merasa tidak nyaman dalam mencari informasi. Sehingga masyarakat
enggan datang ke perpustakaan. Untuk itu sebagai pusat informasi perpustakaan
memiliki peranan yang sangat penting dalam pengadaan, pengolahan, dan
pendistribusian informasi dan yang paling penting adalah pelayanan yang harus
diberikan kepada pemustaka yang membutuhkan informasi. Dari permasalahan ini
lah saya mengambil pokok bahasan mengenai bagaimana memberikan layanan terbaik
bagi pemustaka agar pemustaka merasa betahm nyaman, dan tertarik untuk datang
ke perpustakaan.
B.
Tujuan
Tujuan dari penulisan
makalah ini antara lain :
1.
Mengetahui bagaimana cara memberikan
layanan yang terbaik pada pemustaka
2.
Mengetahui cara menghadapi pemustaka
dengan berbagai keadaan
3.
Mampu membuat kemajuan pada perpustakaan
melalui pemberian layanan terbaik bagi pemustaka.
C.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari
makalah ini antara lain :
1.
Apa yang membuat pemustaka enggan datang
ke perpustakaan?
2.
Bagaimana cara memberikan layanan yang
terbaik bagi pemustaka ?
3.
Bagaimana cara menghadapi pemustaka yang
datang dengan berbagai keadaan?
4.
Bagaimana cara membuat pemustaka
tertarik untuk datang lagi ke perpustakaan?
BAB
II PEMBAHASAN
Dewasa ini permasalahan
yang ada di Perpustakaan sering kali dikaitkan dengan sistem layanan yang
diperoleh oleh pemustaka. Pustakawan saat ini dituntut untuk dapat bekerja
semaksimal dan seprofesional mungkin, apapun keadaan dan suasana hati
pustakawan harus memberikan layanan yang terbaik bagi setiap pemustaka yang
datang, karena dengan pelayanan yang ramah dan baik maka akan membuat pemustaka
menjadi betah atau dalam kata lain kerasan di perpustakaan. Sebagai manusia
biasa, seorang pustakawan juga biasa merasakan setress kerja,bisa karena
pekerjaan di perpustakaan yang itu-itu saja, ataupun masalah dari dalam diri
pustkawan itu sendiri. Ketika pustakawan sudah merasa stress maka akan berimbas
pada kualitas kerjanya. Pustakwan jadi lebih judes, tidak ramah, mudah marah,
dan lain sebagainya yang menyebabkan pemustaka menjadi tidak nyaman berada di
perpustakaan.
Beberapa hal yang
membuat pemustaka enggan datang ke perpustakaan yaitu :
- Koleksi
bahan pustaka yang tidak lengkap
- Layanan
yang perpustakaan diberikan kurang memuaskan
- Pustakawan
yang galak dan tidak ramah.
- Pustakawan
tidak memberikan bantuan ketika pemustaka kesulitan mencari informasi.
- Pustakwan
enggan memberikan informasi secara spesifik mengenai informasi yang
dibutuhkan pemustaka.
- Layanan
dari pustakawan yang kurang menyenangkan.
Dari beberapa penyebab
pemustaka enggan datang ke perpustakaan poin tiga sampai poin enam adalah yang
paling dominan diungkapkan oleh pemustaka yang merasa kurang tertarik untuk
datang ke perpustakaan. Dari beberapa hal tersebut maka menjadi sebuah hantaman
besar bagi pemustaka agar dapat merubah semua sifat maupun keadaan yang dapat
membuat pemustaka eggan datang ke perpustakaan.
Hal pertama yang harus
diperhatikan oleh pustakawan adalah bagaimana cara pustakawan memberikan layanan yang terbaik bagi
pemustaka. Beberapa tahap dalam memberikan layanan terbaik bagi pemustaka
antara lain adalah :
- Kemampuan
mengelola emosi
Seorang
pustakawan harus mampu mengolah emosi dalam dirinya, agar mampu mengubah emosi
tersebut menjadi sebuah prestasi.
- Melayani
dengan senyum
Senyum
adalah sebuah cara yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk memberikan kesan
yang ramah dan hangat bagi pemustaka.
- Memberikan
layanan bagi pemustaka dengan PPRE
Yaitu
Peduli, Perhatian, Relasi dan Emosi.
Peduli
: kepedulian dari pustakawan terhadap pemustaka
Perhatian
: perhatian pustakawan dan pemustaka
Relasi
: hubungan yang diciptakan antara pustakawan dan pemustaka
Emosi :
yaitu emosi positif yang terbina antara pustakawan dengan pemustaka.
(Fatmawati, 2010)
Dengan
tiga cara diatas maka pustakawan mampu memberikan sebuah layanan terbaik bagi
para pemustaka. Sehingga pemustaka merasa nyaman dan kerasan diperpustakaan
bahkan pemustaka merasa ingin kembali lagi ke perpustakaan tersebut.
Selain
tiga cara untuk memberikan layanan terbaik bagi pemustaka, pustakawan juga
perlu memiliki cara atau trik khusus untuk menghadapi pemustaka yang datang
dengan berbagai keadaan seperti marah, tidak sabaran, banyak bicara, permintaan
yang banyak dll. Cara menghadapinya adlah sebagai berikut :
1.
Menghadapi pemustaka
yang marah
1)
Menghadapi dengan sabar dan senyum
2)
Mencoba menenangkan pemustaka dengan
memberikan layanan yang terbaik
3)
Pustakawan harus mampu mengendalikan
emosinya, jangan sampai terpancing emosi si pemustaka.
2.
Menghadapi pemustaka yang tidak sabaran
:
1)
Memberikan layanan secepat mungkin
2)
Membantu pemustaka dalam pencarian
secara cepat
3)
Memperingatkan pemustaka agar sabar
4)
Melayani dengan baik dan sabar
3.
Menghadapi pemustaka yang banyak bicara
:
1)
Memperingatkan secara halus agar
pemustaka menyebutkan hal-hal yang dibutuhkan secara detail, urut dan jelas
2)
Menanggapi dengan tenang dan jangan
melayani pembucaraaan yang kira-kira hanya mebuang-buag waktu
4.
Menghadapi pemustaka dengan
permintaanyang banyak :
1)
Meminta pemustaka agar memilih informasi
mana yang dianggap paling penting
2)
Memberikan informasi yang telah
diseleksi guna meminimalisir pilihan bagi pemustaka agar informasi yang
dibutuhkan menjadi lebih spesifik dan terarah.
Beberapa cara di atas
dapat dilakukan oleh pustakawan agar mampu memberikan layanan yang terbaik bagi
pemustaka tanpa harus emosi ataupun marah-marah terhadap pemustaka yang dapat
menyebabkan pemustaka menjadi enggan untuk datang ke perpustakaan.
Apabila pustakawan
telah mampu mengelola emosi dalam dirinya dan mampu memberikan layanan terbaik
pemustaka, maka yang terjadi saat ini adalah pemustaka merasa lebih nyaman di
perpustakaan dan merasa betah, sehingga perpustakaan menjadi sebuah tpusat
informasi yang menyenangkan dan menjadi idola bagi semua orang.
Namun disisi lain, beberapa
hal juga perlu diperhatikan dan ditingkatkan agar pemustaka merasa tertarik
untuk datang lagi ke perpustakaan, yaitu :
Layanan berbasis
SERVICE yang merupakan singkatan dari
Smile for everyone
yaitu memberikan senyuman yang tulus kepada para pemustaka yang datang ke
perpustakaan.
Exellent in everything we do
yaitu melakukan segala sesuatu yang menarik perhatian pemustaka.
Reaching out to every guest with
hospitality yaitu menyambut setiap pemustaka dengan
keramahan.
Viewing every guest as special
yaitu memandang atau menganggap setiap pemustaka adalah tamu yang spesial atau
istimewa.
Inviting guest to return
yaitu mampu membuat pemustaka tertarik untuk datang kembali ke perpustakaan.
Creating a warm atmosphere
yaitu menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan menyenangkan di
perpustakaan.
Eye contact that shows we are
yaitu memberikan tatapan mata yang sopan dan ramah terhadap setipa pemustaka
yang datang.
Dari beberapa cara
diatas, pustakawan dapat menerapkannya dalam kegiatan di perpustakaan, sehingga
akan tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga mampu membuat
pemustaka merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali ke perpustakaan.
Karena kepuasan dari pemustaka menjadi sebuah tantangan bagi pustakawan agar
senanatiasa menciptakan suasana yang benar-benar mapmu membuat pemustaka merasa
senang terhadap perpustakaan.
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Salah satu hal yang menjadi penghalang majunya sebuah
perpustakaan adalah mengenai layanan yang diberikan oleh pustakawan terhadap
pemustaka. Faktor emosi dalam diri pustakawan menjadi pemicu utama munculnya
sifat maupun sikap pustakawan yang tidak ramah, dan hal inilah yang membuat
pemustaka merasa tidak nyaman di perpustakaan. Karena berawal dari sambutan
pustakawan yang tidak ramah atau pustakawan yang galak maka pemustaka akan
merasa tidak nyaman bahkan enggan untuk datang lagi ke perpustakaan padahal
pustakawan tersebut sedang membutuhkan informsi. Sehingga diperlukan beberapa
cara yang dapat engubah pustakawan agar mampu mengkondisikan perpustakaan agar
menjadi nyaman dan membuat pemustaka merasa nyaman, dan senang di perpustakaan
sehingga mampu menumbuhka rasa ingin kembali lagi untuk mengunjungi
perpustakaan. Selain itu agar pustakawan mampu memberikan layanan terbaik bagi
pemustaka, maka pustakawan harus mamapu menguasai beberapa cara yang terbaik untuk
menghadapi pemustaka yang datang dengan berbagai keadaan. Ada banyak cara untuk
meningkatkan kualitas layanan pustakawan di perpustakaan agar pemustaka merasa
nyaman, dan tertarik untuk datang lagi ke perpustakaan.
B.
Saran
Saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai
berikut :
Bagi pustakawan :
- Hendaknya
pustakawan mampu mengolah dan menguasai emosi diri, dalam artian
pustakawan mampu merubah emosi negatif menjadi emosi yang positif
- Pustakawan
harus memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka apapun keadaan
pemustaka saat itu
- Pustakawan
hendaknya bekerja dengan hati yang ikhlas sehingga mampu menciptakan
suasana yang nyaman di perpustakaan
- Pustakawan
harus menghargai setiap pemustaka yang datang
Bagi pemustaka :
- Hendaknya
pemustaka menghargai pustakawan
- Pemustaka
harus mematuhi aturan di perpustakaan
Daftar
pustaka
Fatmawati, E. (2010). the
art of librariy. semarang: badan penerbit universitas diponegoro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar